Sebelumnya aku memang sangat suka menulis ..
bagaimana kamu bisa menginspirasi ku untuk menulis semua tentangmu ...
Malam ini aku kembali menghubungi nomer ponsel mu .. Iya ? aku masih menyimpannya dalam ponsel pribadiku ... masih dengan cara yang sama , aku mendengar suara halo di sebrang sana ... namun aku hanya meresponnya dengan diam tak berbahasa, itu bukan suaramu kan ?
Kembali ku putar ingatan, siapa pemilik suara serak ... Yah ! Adipa itu suara Adipa, adek kesayanganmu yang masih duduk dibangku SMP
Sebelumnya aku tak pernah merasa sebodoh ini dalam hal cinta ..
Aku tak pernah selemah ini Ris , sungguh ...
Aku membenci berada dipersimpangan jalan suatu perasaan
kebingungan menderaku setiap saat, apa memang harus ku perjuangkan rasa ini ?
meski ku tau kita tak akan pernah mungkin untuk bersama ?
Setidaknya diriku pernah berjuang ..
Apasih yang membuatku begitu berat melupakanmu Ris ?
entahlah .. kita tak pernah sekalipun melakukan yang gila
kita hanya berjalan bersama pada suatu malam di Surabaya
kamu menepati janjimu Ris , menuruti segala kemauanku
- Duduk dibawah kuningnya lampu malam
- Memutari jalanan beraspal
- Menyeruput kopi panas
- dan tujuan yang ngga jelas lainnya
Masih sangat jelas, sebagaimana caramu membujuk saat aku sedang jengkel dan dongkol
Entahlah apa yang akan terjadi jika Tuhan benar-benar mempertemukan kembali
apa rasa ini akan segera tuntas ? atau malah sebaliknya ? Entahlah
Nesha ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar