Rabu, 18 Maret 2015

Pembodohan cinta

Sebelumnya aku memang sangat suka menulis .. 

Daris, bisa tolong jelaskan kepadaku ... Bagaimana kamu membuatku menjadi segila ini ?
bagaimana kamu bisa menginspirasi ku untuk menulis semua tentangmu ... 
Malam ini aku kembali menghubungi nomer ponsel mu .. Iya ? aku masih menyimpannya dalam ponsel pribadiku ... masih dengan cara yang sama , aku mendengar suara halo di sebrang sana ... namun aku hanya meresponnya dengan diam tak berbahasa, itu bukan suaramu kan ? 
Kembali ku putar ingatan, siapa pemilik suara serak ... Yah ! Adipa itu suara Adipa, adek kesayanganmu yang masih duduk dibangku SMP 

Sebelumnya aku tak pernah merasa sebodoh ini dalam hal cinta .. 
Aku tak pernah selemah ini Ris , sungguh ... 
Aku membenci berada dipersimpangan jalan suatu perasaan 
kebingungan menderaku setiap saat, apa memang harus ku perjuangkan rasa ini ?
meski ku tau kita tak akan pernah mungkin untuk bersama ? 
Setidaknya diriku pernah berjuang .. 

Apasih yang membuatku begitu berat melupakanmu Ris ?
entahlah .. kita tak pernah sekalipun melakukan yang gila 
kita hanya berjalan bersama pada suatu malam di Surabaya 
kamu menepati janjimu Ris , menuruti segala kemauanku 
- Duduk dibawah kuningnya lampu malam 
- Memutari jalanan beraspal 
- Menyeruput kopi panas
- dan tujuan yang ngga jelas lainnya 

Masih sangat jelas, sebagaimana caramu membujuk saat aku sedang jengkel dan dongkol 
Entahlah apa yang akan terjadi jika Tuhan benar-benar mempertemukan kembali 
apa rasa ini akan segera tuntas ? atau malah sebaliknya ? Entahlah 


Nesha ^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar