Rabu, 25 Maret 2015

Welcome ( again ) Daris in my Life

Kluning kluning LED ponsel menyala .. nomer baru tertera dalam sebuah pesan 
'' Malam '' 
Masih dengan tangan gemetar dan penuh harap seperti biasanya 
berharap nomer tersebut adalah milik daris 
nomor nomor baru yang entah nyasar atau orang iseng yang selalu ku kira itu Daris 
'' Iya '' jawabku singkat 
'' Nesha ya ? '' Balasnya 
'' Iya, ini siapa ? '' 
Pliss god , jawab ini Daris 
'' Daris '' jawabnya singkat 

Ponsel terlempar begitu saja diatas bantal 
Reflex ... dannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
Yeeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay ... 
Oh Tuhan, berasa banget kalo ini mimpi .. 
'' Plak '' aku menampar pipi sebelah kanan '' Hanjir , sakit ... Woo ini bukan mimpi .. ''
  Yaps .. semalem 25 Maret 2015 tepatnya 19:56 WIB posisi kamar tidur sambil dengerin lagu 
Hyaaaaaaaaaaaaaaaaah alay deh nesha deh ... 

Lompat lompat dikasur 
Geal geol depan kaca 
Rasanya terbang ke awan 
Duduk diantara bintang bintang 
Cium cium guling 
Mata berbinar binar 
Pliss gabisa diungkapin sama kata kata 
Tuhan makasih, makasih dan makasih 
Lisan komat kamit melafalkan hamdalah 
Bongkahan batu berupa kerinduan dalam dada 
Rasanya udah diangkat gitu aja dan leganya ... Subhanallah 

'' Oh Daris , Daris yang mana nih '' Jawabku penuh dengan kepura puraan dan kemunafikan 
aku tau ini kamu, iya kamu , kamu ,kamu dan kamu 
Kamu yang selalu hadir dalam kedip mataku 
Kamu yang selalu ku lampirkan dalam setiap tulisan 
Kamu yang selalu ku ku harapkan saat bersujud menyembah Tuhan 
Kamu yang selalu kufahal dengan rapal 

Dan semua berlanjut dengan obrolan via sellular .. 
bla bla bla .. bahas sana sini 
bla bla bla .. masih kaku dan suara agak parau 
bla bla bla .. masih ngga percaya ini kamu 
Tuhan ini suara Daris .. iya Tuhan Daris , Daris yang selalu ku sebut dalam do'aku 
Semua atas kebesaranmu 
Semua atas campur tanganmu 
Semua atas kuasa dan kebesaranmu 

'' Aku matiin telfonnya dulu ya Ris, soalnya mau baik kosan '' 
Ucapku malam itu , padahal mah bohong banget .. Orang aku nya mau ceritain ini ke Icha 
Iya, Icha adalah salah satu temen SMP ku waktu di Mojokerto 
dia tau segalanya tentang kisah yang tak sempurna ini 

Dengan lincahnya tangan menari mencari deretan nama Icha 
yeay,, dan akhirnya ketemu 
telefon tersambung '' Ichaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aku bahagia bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet '' 

dan dan dan .. nggatau harus nulis dengan bahasa seperti apa 
Makasih Tuhan, setiap ketukan palu pengabulan dan kekuatan untuk menahan perasaan 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar