Selasa, 17 Maret 2015

Semesta Memisahkan

Piano café masih mengalun indah dan merdu, entah lagu apa yang dinadakan ….
Masih di balkon café seperti biasanya 
Jemari kian lincah menulis mewakili hati 
Entah menuliskan tentang perasaan, ketidak adilan atau kemurkaan alam atas rasa cinta yang salah ….
Kita tak pernah bisa memilih jatuh dah mencinta kepada siapa 
Ketika rasa itu datang menghampiri 
Bekoar koar dalam hati ingin memiliki 
Dan rasa rindu yang tiba2 hadir tanpa permisi 
Salahkah hati ? jika semua terjadi ?
Ketika jantung berdegub lebih kencang dari biasanya 
Ketinya denyut nadi menjadi saksi segalanya 
Semua tentang mu seolah ku harus tau 
Semua bayangmu seolah bersarang dalam kalbu
Rasa yang kian menyayat nyayat hati seolah tak peduli dengan rasa ngilu 
Aku memang egois 
Memaksamu untuk memberi kabar setiap hari, memaksamu menikmati setiap alur 
Memaksamu untuk berbincang sebelum malam menyeret ku kedalam pelukan tidur 
Lihatlah, betapa hidup sangat rumit bagi mereka yang hanya bisa memendam perasaannya dan orang lain berkata ia menikmati cinta itu sendirian 
Maih dalam ketidak pastian, seolah menamparku dengan keras siapa aku dalam hidupmu dan apa posisiku dalam hatimu 
Aku merasa lemah saat menulis ini, namun aku merasa kuat ketika semua telah tercatat 
Wanita selalu saja tampak lemah tanpa daya ketika ia dihadapkan dengan berjuta kelakuan pria yang tidak menyenangkan 
Entah pria itu tidak peka ….
Entah pria itu mengingkari janji dan tak merasa berdosa ….
Dan lebih parah lagi membatalkan janji seenak jidatnya ….
Ketika pria terus menerus menggerus hati dengan sejuta luka dan lara 
Wahai pria ? apakah kita pernah marah ?
Apakah kita pernah membalas segala perih yang telah tercipta  ?
Kita selalu berkata ‘’ Ngga papa ‘’ atau ‘’ Sudahlah aku sudah melupakannya ‘’
Seolah kita tak pernah terluka … 
Dan …..
Akhirnya harus menangis di pojokan kamar 
Menghabiskan ratusan tissue 
Atau malah berlama2 dikamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan pancuran air sambil menangis sesenggukan …
Tidak, aku tidak menyalahkan Pria dan tidak membenarkan Wanita 
Cinta tak pernah marah, ia selalu memaafkan meski kecewa …
Cinta tak pernah meminta ia selalu memberi sepenuh rela …
Meski terluka ia tetap tertawa 
Meski perih kian menggelora 
Ia selalu berkata bahagia 
Cinta tak harus memiliki, ita tau tapi nerima kenyataannya itu ngga semudah itu dan semua ada prosesnya ..  Rih Perih . Hahahahahahaha …. 
Dan pada fase ini, wanita akan mengalami ….

Lanjut tulisan berikutnya yaa .. semoga ga bosen dan selalu suka ^^
Don’t miss, stay tuned … LoveWrite ♡

Nesha ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar